Postcards from Gunung Batur Bali

Traveljunkieindonesia.com – Saya memang belum pernah merayakan tahun baru diatas gunung. Dan, mungkin ini tidak akan pernah terjadi kalau tidak ada ajakan dari Waizly D. Rada males untuk naik gunung tinggi di musim hujan, maunya gunung yang cantik saja hoax! Tak ada plan untuk menaikin gunung Batur di tahun baru 2011 ini. Tiba-tiba Waizly telepon saya “Oi, Naik gunung Batur yuk bareng Doddy temen gw di Singapore?” dan saya langsung jawab Hayooooo…

Jadilah kita berangkat ke gunung Batur berdelapan orang. Waizly, Tara, Doddy n the gang, Ronnie (Travel Junkie Colombia) dan saya sendiri. “Kalo jalan di Bali kaya gini asikan dengerin lagu-lagu Guruh Gipsy nih”, ujar Waizly. Yup bener sekali! ngetrip keliling Bali paling asik dengerin Guruh Gipsy. Band ini termasuk kelompok musik jenius legendaris di Tanah Air. Album mereka satu-satunya yang dirilis pada masa itu, yang melejitkan komposisi Chopin Larung, Janger 1897 Saka atau Smaradhana dianggap memuat aransemen progresif yang sangat jenius. Di mana mereka melebur elemen gamelan Bali serta orkestra ke dalam musik rock. Album ini dipuji di mana-mana. Bahkan hingga ke mancanegara. Ugh, Indonesia butuh banyak musisi baru seperti Guruh Gipsy sekarang ini 🙂

Okeh, kita balik lagi ke Gunung Batur! Gunung Batur sendiri sebuah gunung berapi aktif di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Terletak di barat laut Gunung Agung, gunung ini memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 km dan merupakan salah satu yang terbesar dan terindah di dunia (van Bemmelen, 1949). Pematang kaldera tingginya berkisar antara 1267 m – 2152 m (puncak G. Abang). Di dalam kaldera I terbentuk kaldera II yang berbentuk melingkar dengan garis tengah lebih kurang 7 km. Dasar kaldera II terletak antara 120 – 300 m lebih rendah dari Undak Kintamani (dasar Kaldera I). Di dalam kaldera tersebut terdapat danau yang berbentuk bulan sabit yang menempati bagian tenggara yang panjangnya sekitar 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km dan luasnya sekitar 16 km2 yang yang dinamakan Danau Batur. Kaldera Gunung Batur diperkirakan terbentuk akibat dua letusan besar, 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu.

Setelah menikmati keindahan Bali dari atas awan, Tour guide kami mengajak kembali turun. Bukan gunung Batur ingin meletus tapi memang sudah waktunya untuk turun hahaha… sesampainya dibawah, kami berpisah dengan Doddy n the gang. Meraka lanjut berendam menikmati hangatnya air panas gunung Batur. Dan, kami berempat lanjut menuju Tapak Siring, Ubud, dan bersandar di Spa kawasan Sunset Road Kuta. Lalu, Zzzzz…zzzz…zz… tepar!

SHARING IS CARING
Share on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Facebook

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *