Travel Junkie Indonesia: Ride Like The Dutch

Traveljunkieindonesia.com – God made the world, but the Dutch made Holland. Kincir angin, klompen, dam, tulip, dan keju merupakan icon terkenal Belanda. Era perubahan iklim ini, Belanda cukup terpandang dengan transportasi sepeda. Di seluruh penjuru kota, sepeda merupakan alat transportasi yang sangat umum. Dan, dari sisi ekonomi sepeda tidak rentan oleh gejolak harga minyak dunia.

“Ride like the Dutch – everyday cycling as a convenient, healthy, and eco-friendly mode of transportation.”

Kalimat diatas terispirasi dari film keren berjudul “Ride Bikes With The Dutch” karya Michael Wolfgang Bauch.

Semua usia dan kelas sosial bersepeda di Belanda. Yup, ga salah kalau Belanda masuk salah satu negara ternyaman di dunia. Semua orang, dari kakek-nenek hingga anak kecil naik sepeda untuk jalan-jalan. Bahkan teman twitter saya yang tinggal di Belanda, Yurina, mengatakan “My bike is my car. Buat belanja, kerja, piknik, dll”

“Damn! Asik banget sih idup lo ga kenal macet.” Saya menjawab singkat.

“The flatness of the country, the mild climate, the short distances and the wonderful infrastructure make biking in Holland not just practical, but great fun indeed!”

Sepeda Belanda umumnya bergaya retro dan didesign atas nama kenyamanan. Bahkan banyak sepeda Belanda yang telah di modif berdasarkan kegunaannya, seperti sepeda dengan kursi anak, tas dan keranjang untuk belanjaan. Sepeda fixie ada nggak ya? Mmmm…

Amsterdam is the bike theft capital of the world. Kalimat keren untuk Anda yang mau ke Belanda adalah “Kunci atau Hilang” sepedamu. Di dalam buku Negeri van Orange mengatakan “Gemboklah minimal dua buah sehingga lebih aman — maling bisa trenyuh — ni orang pasti kere, sepeda murahan aje gemboknya segede gaban. Sampe dua biji malah!”

Disana banyak  yang melantunkan, “Fiets Kopen? Fiets Kopen?” (artinya: Beli sepeda?) Dengan tingkat pencurian sepeda yang cukup tinggi, tak perlu membeli sepeda baru. Cukup membeli sepeda bekas dengan harga jauh lebih murah. Tapi, kita mesti lihat bibit-bebet-bobotnya. Kenapa? Karena bersiaplah menanggung konsekuensi hukumnya. Untuk traveler sebaiknya menyewa saja. Dan, cek sebelum digunakan. Safe travels J

Di negeri ini, sepeda memiliki jalur khusus. Jadi, harkat dan martabat biker setara dengan pengendara kendaraan lain. Dan, pelanggaran lalu-lintas bersepeda dapat dikenakan denda serius.

Kembali ke judul dari tulisan ini Ride like the Dutch, untuk bersepeda seperti layaknya orang Belanda, kuncinya adalah duduklah setegak mungkin dengan penuh percaya diri, buatlah seakan-akan kamu terlihat mahir dalam bersepeda, dan tetap konsentrasi penuh sambil memperhatikan pejalan kaki, mobil dan pengendara motor. Ini semua mengenai bersepeda dengan keyakinan tinggi. Tips dari Yurina, “Jangan membungkuk, dan menggunakan kekuatan kaki lo untuk menggenjot tanpa menggerakkan seluruh tubuh lo begitu banyak!” terakhir, jangan lupa untuk kring… kring… alias membunyikan lonceng sepeda kamu secara bebas sambil mengitari kanal-kanalnya yang bersih.

Bernyanyi lah lagu Ring Bell, Ring Bell karya Miriam Makeba atau Vakansi karya wsatcc. Ah indahnya abadi, surya menyapa… Mari bersepeda bersama-sama, merayakan sinar sang surya menghabiskan hari…

Happy Green Travels!

Follow us on Twitter @TravelJunkieID & like us on Facebook.


SHARING IS CARING
Share on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *